Berpetualang di Young Leaders Summit 2011 (part 1)

Ya entri baru ane kali ini menceritakan perjalanan dari awal bagaimana ane tahu acara ini, perjalanan pergi, acaraya dan pulang untuk mengikuti Young Leaders Summit 2011 di Cisarua Bogor.



Awalnya ane tahu ini acara dari FB temen ane, iseng2 ane lihat dan ternyata sangat menarik dan sesuai dengan kepribadian ane, akhirnya ane memutuskan untuk ikut mendaftar sebagai peserta YLS2011,setelah mengirimkan formulir pendaftaran yang berisikan CV ane ke panitia, yang isinya kebanyakan pengalaman ane, dan apa yang akan ane lakukan untuk Indonesia, anepun menunggu lebih kurang 2 minggu untuk menunggu hasil, apakah ane diterima atau gak.

Dan hari yang ditunggupun tiba, ane lihat hasil pengumumannya, dan ternyata hasilnya cukup menyedihkan, ane gak masuk dalam list peserta, sedih dan  kecewa dengan ini, namun setelah lihat ternyata ada waiting list untuk mengganti peserta yang tidak konfirmasi, dan ane pun mengkomen FB Panitia bahwa ane ikhlas gak diterima, tapi ternyata panitia membalas komen ane dengan balasan bahwa ane ada di 5 Besar waiting list, dan pengumuman waiting list yang masuk peserta akan diumumkan nanti. Hmmm deg-degan and gak sabar ane.

Hari demi hari ane jalani, dan saat ane sedang menonton voli indoor seagames, saat lagi seru-serunya kalo gak salah waktu itu tim putra Indonesia lagi lawan tim putra vietnam, ane dapet sebuah sms yang berisikan bahwa ane masuk 200 besar, HAHAHAHA, rasanya ane pengen loncat waktu itu, ampun seneng banget rasanya jadi peserta YLS2011, rasa kegirangan ini kayak gak ketahan lagi, ampe ane gak konsen lagi nonton voli.

Sesampai di rumah ane menceritakan semuanya kepada ibu ane, dan ane mulai cari-cari informasi dan update tentang web panitia, mulai lihat-lihat list nama siapa aja yang dateng, dan ane kaget ternyata ada 2 orang lagi yang dari palembang, dan kebetulan dari Universitas yang sama dengan ane, bang samuel dan mbak nita, mereka lebih senior daripada ane.

Ane mulai menjalin komunikasi dengan bang samuel, yang awalnya ane iseng-iseng cari di FB, ternyata ketemu dan kami pun mulai membicarakan apa yang akan kami bawa ke sana dan bagaimana kita ke sananya. Akhirnya setelah perdebatan yang panjang (susah kalo dijelasin satu-satu) saya memutuskan naik bus pahala kencana, sedangkan bang samuel dan mbak nita naik dari indralaya entah naik bus apa. Dan kami yang cowok bawa tanjak (sejenis ikat kepala khas palembang), dan sesuai dengan pesanan teman-teman di YLS2011 kami bawa makanan khas Palembang, ane bawa pempek dan bang samuel bawa kemplang.

Proposal acara yang ane download dari web panitia mulai ane pelajari, apa aja yang bakal dibahas di sana dan bagaimana waktu-waktunya. Sebelum baca semuanya ane terfokus bagaimana kepulangannya, maklum ane belum pesen tiket pulang. Anepun kaget karena di proposal acaranya selesai tanggal 4 Des ’11 jam 4 sore. Namun menurut panitia sebaiknya mengambil tiket pulang baik bus, kereta atau pesawat di atas jam 9 malam, karena weekend dan pasti macet jalan di puncak. Gimana nasib ane? Bus mana ada yang ke palembang malem, pesawat paling akhir jam 8, kereta mana ada yang ke Palembang. Anepun langsung pasrah, daripada ane nginep di terminal bus lebih baik ane nginep di Bandara setidaknya lebih aman, akhirnya ane memutuskan pulang dengan pesawat, ane pun langsung meluncur ke travel wisata langganan ane, dan dengan iming-iming mencari tiket murah ane akhirnya mendapatkan tiket ”singa terbang” pukul 14.15 tanggal 5 desember 2011.

Oh ya, untuk pulang ane sendirian, karena 2 rekan ane dari palembang gak langsung pulang, tapi mau ngelanjut ke Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan yang hampir sama namun berskala asia. Check point penjemputan di jakarta ada 2 tempat yaitu di stasiun gambir dan bandara soetta, check point ane pun di stasiun gambir, karena bus pahala kencana ane berhentinya di rawamangun tak jauh dari gambir, paling tinggal naik taksi dah nyampe.

Kessokan harinya ane cari-cari info di web panitia, ternyata kami udah ada grop YLS2011 di FB, ane pun ikut gabung dan dari situlah tiba-tiba profile FB ane banyak banget yang nge-add. Hahahaha, padahal biasanya jarang banget yang nge-add, yang ada ane yang nge-add orang. Perkenalan melalui jejaring sosialpun menjadi makanan wajib tiap hari, maklum mereka semua adalah orang terpilih jadi anepun ingin mengetahui pengalaman-pengalaman mereka yang luar biasa di daerahnya.

Di web panitiapun sudah disediakan list apa aja yang perlu dibawa, kontrak peserta, sistem penjemputan dan juga peta lokasi. Di sinilah ane mulai menyadari bahwa acara yang ane ikutin ini sangat luar biasa, di kontrak saja sudah ada ketegasan panitia bahwa peserta tidak boleh merokok, i like this one, karena ane bukanlah perokok #asapmubukanasapku. Dan juga di list perlengkapan yang mesti dibawa peserta diperintahkan untuk membawa jaket dan selimut, pasti cuaca di sana berbeda jauh dengan Palembang jadi gak panas-panas deh ;).he3



 (bersambung....)

0 komentar:

Posting Komentar